Sentimen Agama dan Gender Masih Kuat di Pilpres 2024, Hasil Temuan SMRC

Kamis, 27 Juli 2023 – 15:06 WIB

Jakarta – Saiful Mujani Research and Consulting atau SMRC, memaparkan hasil temuan terbaru dalam menyongsong Pemilu 2024. Dikatakan, bahwa hingga kini sentimen gender dan agama masih kuat dalam pemilihan presiden atau Pilpres 2024.

Baca Juga :

Tiba di Widya Chandra, Puan Disambut Hangat Cak Imin dan Istri

Temuan itu disampaikan dalam acara “Bedah Politik bersama Saiful Mujani” dengan topik “Politik Identitas Dalam Pilpres 2024,” yang disiarkan melalui kanal YouTube SMRC TV pada Kamis, 27 Juli 2023.

Saiful Mujani menjelaskan, bahwa politik identitas merupakan politik yang bersandar pada identitas sosial. Di Indonesia, identitas sosial dimasukkan dalam satu kelompok yang disebut SARA (suku, agama, ras, dan antar-golongan).

Baca Juga :

PBB Kecam Upaya kudeta di Niger, Presidennya Ditahan Pengawal di Istana

Namun ada satu identitas sosial yang penting dan luput dari perbincangan politik, sehingga tidak masuk dalam kategori SARA, yaitu identitas gender: laki-laki dan perempuan.

Dia melihat, berpolitik dengan sikap diskriminatif pada perempuan, misalnya, belum dimasukkan sebagai persoalan SARA. Diterangkannya, diskusi soal identitas biasanya hanya memasukkan aspek kedaerahan, suku, dan agama. Unsur gender tidak dimasukkan ke dalam perdebatan itu.

Baca Juga :

Kisah Mualaf Sinead O’Connor, Sempat Pelajari Banyak Agama dan Berlabuh di Islam

Guru Besar Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, itu menyatakan akan menarik jika memasukkan unsur gender dalam perbincangan politik. Sebab faktanya, pada kepemimpinan nasional, Indonesia belum pernah punya Presiden perempuan yang terpilih secara langsung oleh publik.

Megawati Soekarnoputri memang pernah menjadi Presiden Ri ke-5. Tetapi dia terpilih melalui pemilihan di Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), bukan berdasarkan pilihan masyarakat secara luas.

Halaman Selanjutnya

Pertanyaannya adalah, sejauh mana inklusivitas masyarakat Indonesia dari sisi politik identitas berkaitan dengan perbedaan gender? 



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *