Santri Tewas Diduga Dianiaya, Keluarga Temukan Lebam dan Luka Bakar

Senin, 26 Februari 2024 – 06:06 WIB

Banyuwangi – Santri bernama Bintang Balqis Maulana (14) dipulangkan dari pondok pesantren di Desa Kranding, Kecamatan Mojo, Kediri ke rumahnya di Dusun Kendenglembu, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi dalam kondisi meninggal dunia.

Baca Juga :

Incumbent Mba Ita Isyaratkan Tak Maju Pilwakot Semarang: Saya Ingin Pensiun

Dilihat melalui unggahan akun X @Pai_C1, jenazah Bintang diantarkan ke keluarganya di Banyuwangi oleh perwakilan pondok pesantren dalam kondisi terbungkus kain kafan pada Sabtu, 24 Februari dini hari.

Baca Juga :

Pembunuh Sadis Sekeluarga di Penajam Tak Gangguan Jiwa, Menurut Polisi

Kedatangan jenazah Bintang sontak disambut isak tangis keluarga. Mereka tak menyangka anak yang dititipkan di pondok pesantren justru pulang dengan kondisi meninggal dunia dan diduga terdapat sejumlah kondisi tidak wajar.

Menurut narasi unggahan, Bintang meninggal dunia akibat dianiaya oleh sejumlah santri lain di pondok pesantren tersebut.

Baca Juga :

Nikita Mirzani Pernah Jadi Santri di Gontor, Ini Alasannya

“Seorang santri diduga tewas karena dianiaya di sebuah pondok pesantren,” demikian narasi unggahan, Minggu, 25 Februari 2024 malam.

Saat dikonfirmasi, Mia Nur Khasanah (22) selaku kakak almarhum Bintang mengungkap semula adiknya dikabarkan tutup usia akibat jatuh di kamar mandi.

Mia mengungkap, kecurigaan keluarga bermula saat ditemukannya ceceran darah keluar dari keranda yang membawa jenazah adiknya. Berawal dari sanalah kemudian dirinya meminta agar kain kafan yang membungkus jenazah adiknya dibukakan.

Permintaan keluarga awalnya sempat dihalangi oleh FTH, sepupunya yang ikut mengantarkan jenazah Bintang bersama empat orang lainnya.

“Kata (FTH) sudah suci. Jadi gak perlu dibuka (kain kafan) itu. Tapi kami tetap ngotot karena curiga adanya ceceran darah keluar dari keranda,” ungkap Mia kepada wartawan Minggu, sore.

Desakan keluarga serta tetangga yang ada di lokasi tak mampu ditolak FTH termasuk 4 orang perwakilan pondok pesantren. Hingga kemudian keluarga melihat kondisi jenazah Bintang.

Mia mengungkap jenazah adiknya penuh luka lebam di sekujur tubuh. Bukan cuma itu, keluarga juga menemukan Lukas seperti jeratan di leher hingga hidung terlihat patah.

“Ini sudah pasti bukan jatuh, tapi dianiaya,” ucap Mia kesal.

Parahnya lagi, lanjut dia, keluarga juga menemukan ada luka bekas disundut rokok di kaki yang berjumlah lebih dari satu. Hingga satu luka di bagian dada yang menurutnya seperti berlubang.

Terkait kelanjutan kasus ini, keluarga telah melapor ke Polsek Glenmore. Adapun, jenazah Bintang telah dibawa ke RSUD Blambangan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Halaman Selanjutnya

Saat dikonfirmasi, Mia Nur Khasanah (22) selaku kakak almarhum Bintang mengungkap semula adiknya dikabarkan tutup usia akibat jatuh di kamar mandi.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *