Relawan Gunung Marapi Ini Kaget Jenazah yang Digendong Bergerak: Hidup Lagi Kau?

Sabtu, 16 Desember 2023 – 15:08 WIB

JAKARTA – Kejadian menarik yang bikin merinding dialami oleh para relawan Gunung Marapi, Sumatra Barat, saat membantu mengevakuasi korban pendaki. Salah satunya adalah Tomi Hidayat yang merupakan seorang warga dari Desa Batu Plano. Saat mengetahui Gunung Marapi meletus pada awal Desember lalu, Tomi dan kawan-kawannya langsung berinisiatif melakukan pencarian korban agar bisa membawa mereka turun dari gunung.

Baca Juga :

Cerita Relawan Gunung Marapi Modal Nekat Evakuasi Korban, Cuma Bawa Sebotol Air dan Sarung

Tomi menceritakan bahwa kondisi para korban cukup memprihatinkan. Tak jarang ia menemukan jenazah yang anggota tubuhnya tidak lengkap dan bercucuran darah. Saat hadir dalam podcast YouTube Deddy Corbuzier, Tomi menjelaskan, ia sempat mengira salah satu jenazah hidup lagi karena adanya pergerakan. Scroll lebih lanjut ya.

Saat itu, Tomi menemukan satu korban yang sudah tak bernyawa. Ia lantas menggendong jenazah tersebut di punggungnya. Namun tiba-tiba, perut korban terasa bergerak hingga dikira hidup kembali.

Baca Juga :

Bikin Deddy Corbuzier Penasaran, Dua Relawan Gunung Marapi Minta Maaf karena Sindir Basarnas

“Aku gendong, kepalanya di sini (bahu), sudah meninggal dua hari. Rasa takut saya sudah ngga ada lagi. Pas digendong, lehernya di sini goyang-goyang, ‘oh hidup lagi kau?’ ku tanya lah,” ujar Tomi, mengutip podcast YouTube Deddy Corbuzier, Sabtu 16 Desember 2023.

Baca Juga :

Polisi Gelar Perkara Kecelakaan Maut Tewaskan 12 Orang di KM 72 Tol Cipali 

Bahkan saat jenazah itu berada di punggung Tomi dengan posisi kepala yang terkulai di bahunya, pipi Tomi tak sengaja tercium oleh jenazah tersebut. Namun diakuinya bahwa ia sudah tidak merasakan takut lagi. Tomi hanya fokus pada penyelamatan korban yang sedang ia bawa. Terkait tubuh korban yang tiba-tiba bergerak, Tomi juga menduga adanya gas di bagian perut yang tiba-tiba keluar saat tubuh korban diangkat.

“Perutnya mungkin kosong, ada angin, jadi ada gerakan,” ujarnya.

Muhammad Andika dan Tomi Hidayat

Setelah membawa beberapa jenazah turun dari gunung, pakaian yang dikenakan oleh Tomi juga terkena lumuran darah. Tetapi, ia enggan membuang pakaian tersebut mengingat kondisi di desa yang tidak mudah untuk membeli pakaian. Alhasil, Tomi hanya mencuci pakaian bekas pakai dengan darah para korban itu meskipun bercak dan baunya sulit dihilangkan.

“Sayang kalau dibuang, kalau di kampung kan susah belinya,” katanya.

Kabar terbaru melaporkan, Gunung Marapi kembali mengalami erupsi pada Rabu 13 Desember 2023 pukul 05.52 WIB. Aktivitas gunung terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi kurang lebih 54 detik. Kolom abu vulkanik yang teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur. Tinggi kolom abu mencapai kurang lebih 500 meter di atas puncak.

Halaman Selanjutnya

Source : Tangkapan Layar

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *