Raup Laba Bersih Rp 2,6 Triliun pada 2023, Bank Permata Bagikan Dividen Rp 904,5 Miliar

Kamis, 4 April 2024 – 14:10 WIB

Jakarta – PT Bank Permata Tbk alias PermataBank bakal membagikan dividen sebesar Rp 904,5 miliar (gross), atau setara Rp 25 per saham. Keputusan itu diambil dari hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), yang digelar pada Rabu, 3 April 2024.

Baca Juga :

Pelindo Raup Laba Bersih Rp 4,01 Triliun di 2023

Laporan tahunan PermataBank mencatat kinerja yang tumbuh konsisten, dengan membukukan laba bersih Rp 2,6 triliun di tahun 2023 atau tumbuh 28,4 secara year-on-year (yoy).

Direktur Utama PermataBank, Meliza M. Rusli mengatakan, capaian pihaknya di 2023 itu tidak terlepas dari kepercayaan para nasabah kepada PermataBank, untuk terus berdedikasi dalam melayani mereka dengan lebih baik lagi ke depannya.

Baca Juga :

Terus Berinovasi, Bisnis Wealth Management Bank Mandiri Sabet Dua Penghargaan Euromoney 2024

“Kami sangat berterima kasih kepada para pemegang saham atas dukungannya yang terus-menerus dalam upaya kami untuk memberikan nilai hubungan jangka panjang yang lebih baik kepada para nasabah,” kata Meliza dalam keterangannya, Kamis, 4 April 2024.

Aktivitas di Bank Permata

Baca Juga :

Produsen Sari Roti Bakal Bagi Dividen Rp 500 Miliar

Dia melaporkan Pendapatan Usaha PermataBank tumbuh 9,3 persen year-on-year (yoy) menjadi Rp 12,1 triliun di tahun 2023. Pendapatan Operasional sebelum Provisi (PPOP) juga meningkat menjadi Rp 5,9 triliun, atau tumbuh sebesar 18,6 persen yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

PermataBank mencatat, penyaluran kredit di tahun 2023 tumbuh sebesar 4,3 persen (yoy)menjadi Rp 142,2 triliun. Hal itu didorong oleh pertumbuhan penyaluran kredit kepada korporasi sebesar 6,1 persen yoy. Pada Desember 2023, rasio Loan to Deposit (LDR) PermataBank meningkat menjadi 74,8 persen. Rasio Gross NPL dan Loan at Risk (LAR) pada periode yang sama juga membaik, masing-masing pada level 2,9 persen dan 8,7 persen.

Adapun rasio NPL coverage dan rasio LAR coverage masing-masing di level 288 persen dan 94 persen. Dari sisi pendanaan, total dana pihak ketiga yang dihimpun PermataBank yaitu Rp 188,3 triliun, dengan rasio CASA terjaga di level 55 persen. Meliza menambahkan, rasio permodalan Bank merupakan salah satu yang terkuat di antara bank komersial terbesar di Indonesia, dengan rasio CAR dan CET-1 masing-masing sebesar 38,7 persen dan 29,5 persen.

Selain mengumumkan besaran dividen yang akan dibagikan, RUPST PermataBank juga menyetujui beberapa agenda lainnya. Termasuk pengangkatan Dewan Pengawas Syariah (DPS) untuk periode 2024-2026.

Bank Permata.

Bank Permata.

Photo :

  • en.indonesiafinancetoday.com

Kemudian, RUPST juga menunjuk Eddie Sajoga sebagai Direktur Perseroan yang baru, dan menyetujui pengunduran diri Herwin Bustaman selaku Direktur Unit Usaha Syariah. Serta menetapkan Rudy Basyir Ahmad yang saat ini menjabat sebagai Direktur Perseroan, untuk merangkap jabatan sebagai Direktur Unit Usaha Syariah.

“Pengangkatan Eddie Sajoga serta penetapan Rudy Basyir Ahmad akan efektif setelah seluruh persyaratan pengangkatannya terpenuhi. Hal itu termasuk diperolehnya persetujuan kemampuan dan kepatutan dari regulator terkait,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Adapun rasio NPL coverage dan rasio LAR coverage masing-masing di level 288 persen dan 94 persen. Dari sisi pendanaan, total dana pihak ketiga yang dihimpun PermataBank yaitu Rp 188,3 triliun, dengan rasio CASA terjaga di level 55 persen. Meliza menambahkan, rasio permodalan Bank merupakan salah satu yang terkuat di antara bank komersial terbesar di Indonesia, dengan rasio CAR dan CET-1 masing-masing sebesar 38,7 persen dan 29,5 persen.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *