Prabowo Bangun Koalisi Besar, PKS Pastikan Anies Baswedan Tak Gentar

Selasa, 15 Agustus 2023 – 22:50 WIB

Jakarta – Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid alias HNW menanggapi koalisi besar yang mendukung Prabowo Subianto sebagai bakal capres 2024. Menurut dia, Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang usung Anies Baswedan tidak gentar dengan besarnya koalisi besar yang dibangun Prabowo.

Baca Juga :

Losergeek.org Yoga Sebut Deklarasi PAN-Golkar Dukung Prabowo Ada Izin Museum Proklamasi

Poros koalisi yang mendukung Prabowo diisi empat parpol parlemen di Senayan yaitu Partai Gerindra, PKB, Golkar, PAN dan PBB.  Sementara KPP yang mengusung Anies sebagai bakal capres diisi oleh Nasdem, PKS dan Partai Demokrat.

HNW menilai yang paling penting yakni harapan masyarakat agar Indonesia menjadi lebih baik tercapai. Dia menegaskan tak ada kekhawatiran soal koalisi pendukung Prabowo.

Baca Juga :

Kata Gerindra soal Prabowo Dilaporkan ke Bawaslu Gegara Deklarasi di Museum Proklamasi

“Kami tidak khawatir dengan koalisi gemuk atau kurus yang terpenting adalah memenuhi syarat minimal dan yang terpenting adalah betul-betul bisa memenuhi harapan dari para masyarakat. Dan, apalagi kami menginginkan adanya perubahan. Kami juga memiliki pengalaman langsung bagaimana tahun 2004 PKS mendukung Pak SBY pada putaran kedua,” kata HNW di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 15 Agustus 2023. 

Baca Juga :

Milenial dan Generasi Z Anggap Prabowo Subianto Figur Mengayomi dan Kebapakan

HNW lantas mengungkit Pilpres 2004. Saat itu, SBY menang melawan koalisi partai besar yang mendukung pasangan Megawati dan KH Hasyim Muzadi.

“Tapi nyatanya yang menang justru Pak SBY. Jadi ini fakta yang juga menjadi pengalaman empirik ini memang bukan sekadar banyaknya partai pendukung tetapi solidnya partai pendukung dan bagaimana rakyat daripada atau anggota dari pada partai itu betul-betul satu sikap dengan pimpinan partai,” kata HNW.

Halaman Selanjutnya

HNW memakfumi, sekarang banyak pimpinan menyatakan arah harus kemana tapi warganya tidak mengikuti arah tersebut. Maka itu, hal ini akan menjadi kunci dalam Pemilu 2024.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *