Pj Gubernur DKI Imbau Warga Jaga Kesehatan terkait Cuaca akibat Pancaroba Selama Ramadhan

Senin, 11 Maret 2024 – 11:59 WIB

Jakarta – Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono mengimbau warga senantiasa menjaga kesehatan menyusul munculnya cuaca ekstrem yang disebabkan peralihan musim pada Ramadhan 1445 Hijriah.
 
“Kondisi cuaca akibat pancaroba bisa berdampak pada kesehatan. Oleh karena itu saya harap warga Jakarta lebih memperhatikan kondisi udara dan cuaca sekitar,” kata Heru saat dihubungi di Jakarta, Senin, 11 Maret 2024.
 
Heru menyebut ada beberapa penyakit yang berpotensi terjadi saat cuaca ekstrem, seperti demam berdarah dengue (DBD) karena adanya potensi genangan yang menjadi sarang nyamuk.

Baca Juga :

Airlangga Hartarto Ingatkan Esensi Ramadhan adalah Menjadi Orang Bertakwa

Waspada Cuaca Ekstrem

Photo :

  • ANTARA FOTO/Idhad Zakaria

Mengenai DBD, kata Heru, telah mengambil langkah-langkah antisipatif dengan melibatkan warga melaksanakan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) agar tidak ada daerah yang terjangkit.

Baca Juga :

Ramadhan, Sekum Muhammadiyah: Hubungan Sesama Selama Pemilu 2024 Sempat Rusak, Harus Diperbaiki

 
Selain itu, di masa pancaroba ini menurut Heru curah hujan yang menurun akan berisiko terjadinya peningkatan polusi udara, yang juga menimbulkan berbagai penyakit.

Baca Juga :

Yuni Shara Jalani Ramadhan Sendiri Tanpa Anak-anak, Ini Alasannya

Terkait hal itu, Heru mengimbau warga lebih memperhatikan kondisi udara dan tidak keluar rumah saat polusi udara meningkat kecuali jika dalam keadaan mendesak.
 
“Kalau terpaksa beraktivitas di luar rumah harus menggunakan masker. Kami dari pemda akan selalu menyiapkan strategi pengendalian pencemaran udara (SPPU) termasuk melakukan kolaborasi lintas sektor,” ujar Heru.

Ilustrasi cuaca ekstrem.

 
Lebih lanjut, Heru menyebut pada masa pancaroba juga berpotensi meningkatkan penyakit infeksi saluran pernapasan.

Terkait hal itu, Heru mengingatkan untuk dapat menjaga kesehatan dengan berpegang kepada pedoman “CERDIK” yakni cek kesehatan berkala, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet sehat dan seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres.
 
“Selain itu perlu mengonsumsi multivitamin untuk menjaga imunitas,” ucap Heru.
 
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi terjadinya cuaca ekstrem selama periode pancaroba (peralihan musim) yang diprakirakan berlangsung pada bulan Maret hingga April 2024.
 
“Selama periode pancaroba, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan dan antisipasi dini terhadap potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat dalam durasi singkat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, angin puting beliung, dan fenomena hujan es,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati di Jakarta, Minggu (25/2). (ant)

Halaman Selanjutnya

 Lebih lanjut, Heru menyebut pada masa pancaroba juga berpotensi meningkatkan penyakit infeksi saluran pernapasan.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *