Panduan Lengkap Investasi Reksadana untuk Pemula, Dari A sampai Z

VIVA – Bagi sebagian orang investasi mungkin masih cukup asing, sehingga tak sedikit yang enggan untuk memulainya. Padahal, investasi adalah salah satu cara membantu perekonomian negara.

Baca Juga :

Jokowi Yakin Indonesia Bisa Dapat 61 Persen Saham Freeport Indonesia, Meski Alot Negosiasinya

Membahas soal investasi, ada banyak cara untuk melakukannya, namun untuk pemula reksadana adalah jenis investasi yang paling direkomendasikan. Reksadana menawarkan cara mudah dan menguntungkan untuk menumbuhkan uang Anda dalam jangka panjang.

Lantas, bagaimana cara memulai investasi reksadana bagi pemula?

Baca Juga :

Jokowi Tegaskan Freeport Bukan Milik Amerika Lagi, tapi Indonesia

1. Tentukan tujuan investasi

Baca Juga :

Saham Berdividen, Pilihan Terbaik untuk Investor Konservatif

Saat memutuskan memulai investasi di reksadana, penting untuk menentukan tujuan investasi. Tujuan ini meliputi untuk apa Anda berinvestasi, misalnya untuk biaya kuliah, dana darurat atau membeli mobil baru.

Bermodalkan tujuan dasar tersebut, Anda jadi memiliki gambaran soal berapa lama waktu yang diperlukan untuk mencapai tujuan finansial tersebut.

2. Pahami cara kerja reksadana

Mengetahui cara kerja investasi reksadana untuk pemula juga sangat diperlukan. Cara investasi reksadana sendiri ialah dengan menyebar atau menanamkan uang di banyak instrumen investasi, mulai dari deposito, obligasi, hingga saham.

Hal ini tentu menjadi keuntungan karena jika nilai instrumen di tempat A turun, hal itu tidak akan mempengaruhi nilai instrumen tempat lainnya.

Ilustrasi investasi, ilustrasi reksadana

3. Pastikan reksadana sudah terdaftar di OJK

Maraknya kasus penipuan membuat Anda harus lebih berhati-hati dalam menentukan investasi, pastikan Anda memilih reksadana yang sudah mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) agar transaksi yang Anda lakukan dapat diawasi sesuai peraturan yang berlaku di Indonesia.

4. Tentukan jenis-jenis reksadana

Secara umum berdasarkan jenis portofolio investasinya, reksa dana terbagi menjadi 4 jenis, yaitu Reksa Dana Pasar Uang (RDPU), Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT), Reksa Dana Campuran, dan Reksa Dana Saham. Kali ini kita akan membahas tentang Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT).

Reksa Dana Pasar Uang (RDPU)

RDPU adalah adalah jenis Reksa Dana dimana dana investasinya akan diinvestasikan oleh Manajer Investasi (MI) ke instrumen-instrumen Pasar Uang yaitu instrumen investasi yang jatuh temponya kurang dari 1 (satu) tahun seperti Deposito, Sertifikat Utang Negara (SUN), Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Obligasi, Sukuk dan sejenisnya.

Reksadana pendapatan tetap (RDPT)

Bagi Anda yang ingin berinvestasi di produk pasar modal tetapi menghindari risiko tinggi, maka RDPT dapat menjadi salah satu alternatif pilihan yang cocok. Ketika Anda memutuskan untuk berinvestasi dengan membeli RDPT, maka dana investasi Sobat akan ditempatkan ke dalam beberapa portofolio investasi berpendapatan tetap.

ilustrasi investasi, ilustrasi reksadana

ilustrasi investasi, ilustrasi reksadana

Reksa Dana Campuran

Reksa dana campuran adalah salah satu jenis gabungan aset investasi dengan cara mengalokasikan dana ke dalam berbagai instrumen, seperti obligasi, saham, serta pasar uang (deposito).

Reksa Dana Saham

Ini adalah jenis reksa dana yang menempatkan 80% portofolionya dalam bentuk saham, dan sisanya dapat berupa cash atau deposito. Manajer investasi mengelola dan menginvestasikan dana secara profesional dengan cara membeli dan menjual saham.

5. Pahami istilah-istilah dalam reksa dana

Ada beberapa  istilah yang wajib Anda tahu dalam investasi reksa dana, yakni:

Manajer Investasi (MI)

MI merupakan pihak yang mengelola dana investor melalui portofolio efek. MI ini bisa berbentuk perorangan atau sebuah badan perusahaan.

Unit penyertaan (UP)

Unit penyertaan merupakan satuan yang menunjukkan kepemilikan Anda di dalam reksa dana tersebut, sesuai dengan portofolio efek yang disimpan oleh Bank Kustodian.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Nilai aktiva bersih (NAB)

Fungsi dari NAB adalah untuk menunjukkan jumlah dana yang dikelola oleh reksa dana (mencakup kas, deposito, saham, dan obligasi).

Nilai aktiva bersih per unit penyertaan (NAB/UP)

NAB/UP merupakan harga atau nilai setiap satuan unit penyertaan reksa dana. Cara perhitungannya adalah membagi NAB dengan total unit penyertaan seluruh investor di dalam sebuah reksa dana.

NAB/UP berubah setiap harinya, mengikuti harga pasar dari aset yang ada di dalam reksa dana tersebut, atau bisa juga berdasarkan perubahaan dana kelolaan di dalamnya.

Kontrak investasi kolektif (KIK)

KIK ini merupakan salah satu bentuk reksa dana, yaitu kontrak antara MI dengan Bank Kustodian.  Fungsi utama KIK adalah menyimpan daftar hak dan tanggung jawab semua pihak yang ada di dalam kontrak tersebut.

Pameran Manufaktur Indonesia.

Sektor Manufaktur RI Jauh dari Deindustrialisasi, Ekonom Beberkan Buktinya

Kinerja positif sektor manufaktur dinilai menjadi modal utama untuk menarik lebih banyak investasi asing dengan orientasi ekspor. 

img_title

VIVA.co.id

29 Maret 2024



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *