Kadispenad Ungkap Kronologi Bentrokan TNI AD vs Pengantar Jenazah di Sulut 

Sabtu, 6 Januari 2024 – 16:01 WIB

Manado –  Viral sebuah video anggota TNI yang terlibat bentrok dengan rombongan pengantar jenazah di Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Dalam bentrokan itu, membuat sejumlah warga yang mengantar jenazah jadi bulan-bulanan oleh oknum anggota TNI. 

Baca Juga :

Prajurit TNI Dicokok Buntut Ratusan Motor Curian, Polisi Beberkan Awal Kronologi Kasusnya

Kadispenad TNI AD Brigjen TNI Kristomei Sianturi angkat bicara terkait pemicu utama bentrokan kasus tersebut. Dia menerangkan bahwa pemicu bentrokan ini disebabkan pengantar jenazah menggeber motornya dengan knalpot brong, sehingga membuat suara bising dan terjadilah cekcok dengan warga setempat. 

“Pemicu awal bentrokan ini karena rombongan iring-iringan jenazah tersebut melakukan kebisingan dengan menggeber-geber gas sepeda motor knalpot brong sehingga warga setempat yang melihat kejadian itu merasa terganggu,” kata Kristomei dalam keterangannya, Jumat malam 5 Januari 2024 malam. 

Baca Juga :

Diisukan Tidak Netral Pada Pemilu 2024, Mabes TNI: Netralitas TNI Harga Mati!

Kristomei menyebut, bahwa pihak TNI saat itu sempat melerai cekcok antar warga setempat dengan pengantar jenazah. Hanya saja, pengantar jenazah masih tetap menggeber motor sehingga spontan anggota TNI dan pengantar jenazah baku hantam. 

Baca Juga :

Eks Kompolnas Setuju Sama KSAD, Usut Pemotor yang Diduga Mabuk di Boyolali

“Mendengar suara bising, spontan anggota turun ke jalan melerai dan menghadang rombongan sehingga terlibat bentrok,” katanya 

Kristomei mengungkap bahwa pihaknya dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas telah mengawal rombongan pengiring jenazah itu. Mereka pun telah memperingatkan agar tidak konvoi saat mengantar jenazah tersebut. Namun, para pengantar jenazah justru konvoi dan arogan di jalan. Ternyata mereka dalam pengaruh minuman keras beralkohol. 

“Saat rombongan pelayat melewati Pintu 2 Makodam, Babinsa kembali mengingatkan kepada rombongan pengantar jenazah bahwa jangan membuat kegaduhan, namun tidak terima karena sebagian besar pengiring dalam pengaruh minuman keras,” ujar Kristomei. 

Akhirnya bentrok rombongan pengiring jenazah dan warga sekitar tidak terhindarkan. Anggota TNI Kodam XIII/Merdeka yang berada di lokasi juga keluar mencoba melerai keributan tersebut. Niat baik dari petugas untuk melerai tidak mendapatkan respons positif dari rombongan pengiring jenazah. Akhirnya keributan pun semakin menjadi. 

“Anggota Kodam XIII/Merdeka yang berada di Makodam melihat keributan tersebut keluar dengan maksud untuk melerai, namun justru mendapat provokasi knalpot brong dari rombongan pengiring,” ujar Kristomei.

Bentrokan yang awalnya melibatkan warga dengan rombongan pengiring jenazah kemudian turut menyeret anggota TNI. 

Kristomei menyebut pemicu utama keributan itu karena adanya provokasi knalpot brong yang digunakan kendaraan pengiring jenazah. “Pada akhirnya yang terlibat bentrok adalah anggota kodam XIII yang dibantu warga setempat dengan rombongan pengiring,” katanya. 

Sejumlah prajurit TNI ribut dengan iring-iringan pemotor pengantar jenazah.

Sejumlah prajurit TNI ribut dengan iring-iringan pemotor pengantar jenazah.

Photo :

  • Tangakapan layar media sosial

Akhirnya para pengantar jenazah ciut nyalinya setelah dihajar sejumlah anggota TNI. Dia juga belum memerinci adanya pihak yang diamankan terkait bentrokan di lokasi. 

“Pengantar jenazah akhirnya melanjutkan perjalanan dan dikawal anggota TNI,”pungkasnya. 

Halaman Selanjutnya

“Saat rombongan pelayat melewati Pintu 2 Makodam, Babinsa kembali mengingatkan kepada rombongan pengantar jenazah bahwa jangan membuat kegaduhan, namun tidak terima karena sebagian besar pengiring dalam pengaruh minuman keras,” ujar Kristomei. 

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *