JK Ingatkan Bahaya jika Krisis Politik dan Ekonomi Terjadi Bersamaan

Rabu, 15 November 2023 – 20:22 WIB

Jakarta – Wakil presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK) mengingatkan pentingnya menjaga stabilitas politik dan ekonomi secara bersamaan dalam sebuah pemerintahan.

Baca Juga :

Bertemu Surya Paloh, Anies Baswedan Ungkap Dapat Strategi Baru untuk Menang di Pilpres 2024

“Setiap pemerintahan demokrasinya akan hilang kalau dua krisis terjadi bersamaan,” kata Jusuf Kalla saat menyampaikan sambutan di peluncuran Habibie Democracy Forum (HDF) di Jakarta Pusat, Jakarta, Rabu, 15 November 2023.

JK menjelaskan bagaimana krisis politik dan ekonomi dapat menggoyangkan pemerintahan presiden pertama RI Sukarno dan presiden kedua RI Soeharto. Oleh karena itu, menurut JK, dua aspek tersebut saling terkait dalam mencapai kesejahteraan yang menjadi tujuan dari demokrasi.

Baca Juga :

Golkar Sebut Gibran Hampiri Megawati saat Penentuan Nomor Capres Tunjukkan Keteladanan

Ilustrasi Pemilu.

Photo :
  • ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

“Tujuan kita tetap adil dan makmur, di mana pun, di dunia mana pun, tujuannya adalah kemakmuran dan kesejahteraan. Cara mencapai itu adalah dengan demokrasi pemerintahan,” katanya.

Baca Juga :

Gibran Resmi Cawapres Prabowo, Praktisi: Tak Ada Upaya Hukum yang Dapat Ditempuh

Terkait Pemilu Serentak 2024, JK menyampaikan pesta demokrasi lima tahunan itu harus kembali pada prinsip demokrasi agar terjadi pemilu yang bebas dan rahasia.

“Kembalikan kepada demokrasi. Dalam artian, kedaulatan rakyat; dalam artian, check and balance; dalam pengertian, pilar trias politika dijaga; dalam pengertian bahwa pemimpin ini harus menjaga betul-betul kepada keterwakilan masyarakat,” ujarnya.

Selain berada di jalur demokrasi, JK pun kembali mengingatkan akan pentingnya menjaga perekonomian menjelang Pemilu Serentak 2024.

Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi/Realisasi Investasi.

“Pemerintah menjaga kemakmuran masyarakat [melalui] ekonomi yang baik, karena walaupun demokrasi hebat tetapi ekonomi jelek, maka orang akan tidak puas,” ujar JK. (ant)

Halaman Selanjutnya

“Kembalikan kepada demokrasi. Dalam artian, kedaulatan rakyat; dalam artian, check and balance; dalam pengertian, pilar trias politika dijaga; dalam pengertian bahwa pemimpin ini harus menjaga betul-betul kepada keterwakilan masyarakat,” ujarnya.



Quoted From Many Source