Ini Tim Hukum yang Akan Bela Israel atas Kasus Genosida di Mahkamah Internasional

Jumat, 12 Januari 2024 – 05:05 WIB

VIVA Dunia – Usai Afrika Selatan menyampaikan dakwaan mereka terhadap Israel di Mahkamah Internasional pada Kamis, 11 Januari 2024, hari ini, Jumat, 12 Januari kini giliran Israel yang akan menyampaikan pendapat mereka.

Baca Juga :

Memiliki Keturunan Yahudi, Ini 5 Fakta Volodymyr Zelensky Presiden Ukraina

Serangan Israel di Gaza selama tiga bulan telah menghancurkan sebagian besar daerah kantong Gaza, menewaskan lebih dari 23.000 orang dan membuat hampir seluruh penduduk Palestina yang berjumlah 2,3 juta orang meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat aman. 

Blokade yang dilakukan Israel juga sangat membatasi pasokan makanan, bahan bakar dan obat-obatan, sehingga menciptakan apa yang digambarkan oleh PBB sebagai bencana kemanusiaan.

Baca Juga :

Apa Bedanya Mahkamah Internasional (ICJ) dan Mahkamah Pidana Internasional (ICC)?

VIVA Militer: Agresi militer Israel di Gaza, Palestina

Israel segera menolak kasus tersebut karena dianggap “tidak berdasar,” namun, tidak seperti kasus-kasus sebelumnya di pengadilan internasional, Israel memutuskan untuk hadir di depan pengadilan karena negara tersebut menandatangani Konvensi Genosida.

Baca Juga :

Apa Itu Mahkamah Internasional, Tempat Israel Akan Disidang Perkara Genosida?

Israel adalah negara penandatanganan Konvensi Genosida yang diadopsi oleh Majelis Umum PBB pada tahun 1948 dan oleh karena itu harus tunduk pada yurisdiksi ICJ, badan PBB, dan keputusan-keputusannya.

Dengan kasus ini, Israel telah memilih pengacara Inggris Malcolm Shaw untuk mewakili negaranya di ICJ.

Shaw yang kini berusia 76 tahun dianggap sebagai salah satu pakar hukum internasional terkemuka di dunia dan pernah hadir di hadapan ICJ di masa lalu, melansir Times of Israel, Jumat, 12 Januari 2024.

Sepanjang kariernya, Shaw telah “mengembangkan reputasi internasional sebagai penasihat mengenai sengketa wilayah; hukum laut; suksesi negara; kekebalan negara; pengakuan terhadap pemerintah dan negara asing; hak asasi Manusia; penentuan nasib sendiri, arbitrase internasional dan organisasi internasional,” menurut profilnya di web Essex Court Chambers. 

Ia juga menjadi penasihat berbagai negara, termasuk Inggris, Ukraina, dan Serbia. 

Pemimpin tim hukum Israel, Malcolm Shaw

Pemimpin tim hukum Israel, Malcolm Shaw

Selain di ICJ, Shaw sebelumnya pernah terlibat dalam kasus-kasus di Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa, Pengadilan Eropa, dan pengadilan tinggi lainnya di seluruh dunia. 

Shaw dilaporkan menjadi salah satu dari empat pengacara yang mewakili Israel di sidang ICJ, namun nama dan rincian ahli hukum lainnya belum diumumkan.

Tim hukum yang mewakili Israel tidak berbicara kepada pers, dan Kementerian Kehakiman serta badan-badan terkait Israel lainnya masih bungkam mengenai tindakan apa yang akan diambil oleh pembelaan.

Halaman Selanjutnya

Shaw yang kini berusia 76 tahun dianggap sebagai salah satu pakar hukum internasional terkemuka di dunia dan pernah hadir di hadapan ICJ di masa lalu, melansir Times of Israel, Jumat, 12 Januari 2024.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *