Curhat Bos McDonald’s Penjualan Anjlok Setelah Terkena Boikot

Selasa, 9 Januari 2024 – 14:21 WIB

Washington – Bos McDonald’s mengatakan bahwa bisnis waralaba makanan cepat saji itu di kawasan Timur Tengah telah dirugikan oleh aksi boikot yang dilakukan. Aksi tersebut diketahui sebagai protes atas dugaan dukungan perusahaan tersebut terhadap Israel dalam perangnya di Gaza.

Baca Juga :

Was-was Perompak Houthi Beraksi di Laut Merah, Kapal Kargo China Setop Pelayaran ke Israel

Kepala eksekutif McDonald’s, Chris Kempczinski mengklaim bahwa informasi yang salah memicu kampanye boikot yang merugikan operasi bisnis tersebut.

Aktivis pro-Palestina saat itu mendorong boikot terhadap McDonald’s, setelah terungkap bahwa waralaba McDonald’s di Israel membagikan makanan gratis kepada ribuan tentara Israel pada awal serangan udara dan darat di Jalur Gaza.

Baca Juga :

142 Anggota UNRWA Tewas di Palestina Sejak Awal Tahun, Korban Terbanyak Sepanjang Sejarah PBB

Gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS), sebuah kampanye akar rumput Palestina yang berisi daftar perusahaan mana yang harus diboikot dan alasannya, mencantumkan McDonald’s sebagai target boikot organik.

Baca Juga :

Tak Disangka, Bos ChatGPT Sam Altman Ternyata Rajin Puasa

Mereka mengatakan bahwa rantai makanan cepat saji tersebut mendapat keuntungan dari Genosida yang dilakukan Israel terhadap oleh warga Palestina.

McDonald’s kemudian mengklaim bahwa mereka tidak mempunyai posisi dalam perang mematikan tersebut, dan bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas tindakan pewaralabanya.

Dalam postingan yang dibagikan ke LinkedIn, Kempczinski mengatakan mengenai dampaknya terhadap bisnis,

“Ini mengecewakan dan tidak berdasar. Di setiap negara tempat kami beroperasi, termasuk negara-negara Muslim, McDonald’s dengan bangga diwakili oleh operator pemilik lokal yang bekerja tanpa lelah untuk melayani dan mendukung komunitas mereka sambil mempekerjakan ribuan warga negara mereka,” ujarnya.

“Hati kami tetap bersama komunitas dan keluarga yang terkena dampak perang di Timur Tengah. Kami membenci kekerasan dalam bentuk apa pun dan dengan tegas menentang ujaran kebencian, dan kami akan selalu dengan bangga membuka pintu bagi semua orang,” tambahnya, dikutip dari The New Arab, Selasa, 9 Januari 2024.

Waralaba lain dari perusahaan Barat juga menjadi sasaran boikot serupa, seperti kedai kopi terkenal Starbucks, yang diboikot oleh aktivis dan konsumen pro-Palestina secara global, termasuk di Timur Tengah.

Perusahaan kopi tersebut menjadi sasaran kampanye boikot setelah menggugat Starbucks Workers United karena mem-posting postingan media sosial yang mendukung Palestina.

Sebagai informasi, McDonald’s telah mengalami penurunan penjualan yang signifikan di Mesir, yang mengalami penurunan sebesar 70 persen pada bulan Oktober dan November, dibandingkan dengan dua bulan yang sama pada tahun 2022 lalu.

Mayoritas pemegang waralaba McDonald’s di Timur Tengah dan Afrika Utara menerbitkan pernyataan solidaritas terhadap warga Palestina pada awal kampanye militer Israel di Gaza, dan banyak di antara mereka yang berjanji untuk menyumbang kepada mereka yang menderita di wilayah kantong tersebut.

Halaman Selanjutnya

Dalam postingan yang dibagikan ke LinkedIn, Kempczinski mengatakan mengenai dampaknya terhadap bisnis,

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *