Bangkrut Sebagai Parpol Mestinya Mandiri Dong

Kamis, 27 Juli 2023 – 05:32 WIB

Jakarta – Aktivis yang juga kritikus politik Faizal Assegaf menyoroti pengaruh Presiden Jokowi yang ‘direbutkan’ PDI Perjuangan (PDIP) dan Gerindra menuju Pilpres 2024. Faizal mengkritisi itu karena Jokowi adalah Presiden RI yang digaji rakyat.

Baca Juga :

Ada Insiden saat Upacara Pelantikan 833 Perwira TNI dan Polri di Istana Merdeka, Sang Mayor Ambruk

Tapi, dia juga menyinggung dalam hal ini, status Jokowi apakah sebagai Presiden RI atau petugas partai.

“Pertama kalau bicara Ganjar dan Prabowo berebut dukungan presiden Jokowi pertanyaan dasar itu kita tanya dulu. Apakah Jokowi sebagai presiden apa petugas partai?” kata Faizal dalam Catatan Demokrasi tvOne yang dikutip VIVA pada Kamis, 27 Juli 2023.

Baca Juga :

Cerita Megawati Dibully Gegara Sebut Jokowi Petugas Partai

Faizal mengingatkan dengan status Presiden RI, Jokowi digaji rakyat untuk memimpin roda pemerintahan negara.

“Kalau sebagai presiden, dia digaji oleh rakyat. Ini sesuatu yang memalukan. Rakyat menggaji dia untuk bekerja menjalankan roda pemerintahan,” tutur Faizal.

Baca Juga :

Susi Pudjiastuti Bukan Solusi Cawapres Anies, tapi Cocok untuk Timses di 2024

Namun, dia mengamati dalam 6 bulan terakhir, Jokowi sudah menjadi ‘lapak politik’ perebutan Gerindra dan PDIP. Kata Faizal, jika sebagai petugas partai maka tak elok parpol lain seperti Gerindra coba merebutnya.

“Ini satu, kalau dia sebagai petugas partai kepemilikan partai politik pasti orang berpikir dia pasti milik PDIP. Tidak elok direbut oleh Gerindra,” ujarnya.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *