Akademisi Usul Kementerian Olahraga dan Pariwisata Disatukan

Kamis, 7 Maret 2024 – 07:47 WIB

Jakarta – Kolaborasi olahraga dan pariwisata pada Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai sukses. Beberapa event olahraga internasional dinilai mampu mendongkrak pariwisata Indonesia. 

Baca Juga :

5 Atlet Muslim Inspiratif, Bukti Kegigihan dan Prestasi Luar Biasa

Beberapa diantaranya, yakni MotoGP, F1 Powerboat, hingga Piala Dunia U-17 mampu mendongkrak devisa bagi negara. Tidak hanya itu, masyarakat mampu ketiban untung dengan penyelenggaraan ini.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia / Kemenparekraf RI

Baca Juga :

RI Siap jadi Tuan Rumah Konferensi Perdamaian Internasional 2026

Hal itu diungkapkan Peneliti Laboratorium Administrasi dan Kebijakan Publik (FISIP) Universitas Lampung Dodi Faedlulloh. Ia melihat keberhasilan ini menjadi dorongan keberlanjutan untuk roda pemerintahan selanjutnya agar mengabungkan dua lembaga berbeda, yaitu olahraga dan pariwisata. 

“Dengan menyelenggarakan agenda olahraga, festival budaya dan pariwisata, Indonesia dapat menarik khalayak global, meningkatkan perekonomian dan tentu orientasi internasional,” kata Dodi dalam siaran persnya yang dikutip Kamis, 7 Maret 2024.

Baca Juga :

Anggota Komisi X DPR Usul Pemerintah Bentuk Kementerian Makan Siang Gratis

Dodi melihat melalui kolaborasi baik ini, semestinya pemerintah membuat kebijakan strategis dan proaktif dengan mentransformasikan lembaga di pemerintahan, salah satunya berani menjadikan agenda publik keolahragaan dan pariwisata ini dalam kementrian tersendiri. 

“Presiden terpilih layak mempertimbangkan gagasan ini, karena relasi antara olahraga dan wisata kini jauh telah berkembang seiring berjalannya waktu. Faktor globalisasi juga memainkan peran penting dalam pengembangan wisata olahraga,” ujarnya

Termasuk dalam reformasi birokrasi, upaya ini sebagai bentuk perampingan fungsi pemerintah. Sebab, penggabungan sumber daya administratif dan keuangan dalam satu kementerian memungkinkan terciptanya model tata kelola yang lebih efisien. 

Dengan demikian, redundansi dan mendorong strategi pengembangan di bidang olahraga dan pariwisata. Program-program yang sebelumnya berjalan secara paralel kini dapat diintegrasikan dengan mengajak peran serta masyarakat. 

“Anak-anak muda, sebagai stakeholder dari Kemenpora selama ini dapat dirangkul dan diberdayakan dalam industri olahraga dan pariwisata ke depan,” tambahnya. 

Sebab, terang Dodi, melalui energi yang dinamis dan ide-ide inovatif mereka bisa berkontribusi pada perkembangan bidang olahraga dan pariwisata sehingga bisa membuka peluang lapangan pekerjaan bagi generasi muda dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Gedung Sapta Pesona / Kemenparekraf

Gedung Sapta Pesona / Kemenparekraf

Sejauh ini, Dodi melihat negara di Spanyol, Kroasia, Thailand, termasuk Korea Selatan telah berhasil menggabungkan kementerian olahraga dan pariwisata mereka. Negara-negara tersebut menyadari penuh keterkaitan antara olahraga dan pariwisata serta potensi gabungan keduanya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, pertukaran budaya, dan national branding. 

“Adanya integrasi olahraga dan pariwisata dalam struktur pemerintahan dapat meningkatkan pengambilan kebijakan dan perencanaan strategis untuk memanfaatkan manfaat kedua sektor secara efektif. Pemerintah kita bisa belajar dari praktik terbaik internasional ini,” tutupnya.

Halaman Selanjutnya

Termasuk dalam reformasi birokrasi, upaya ini sebagai bentuk perampingan fungsi pemerintah. Sebab, penggabungan sumber daya administratif dan keuangan dalam satu kementerian memungkinkan terciptanya model tata kelola yang lebih efisien. 

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *