Ada Pembaruan di Google Maps

Sabtu, 16 Desember 2023 – 12:06 WIB

VIVA Tekno – Google membuat beberapa perubahan di Google Maps yang akan meningkatkan privasi pengguna. Salah satunya menghentikan pengumpulan data lokasi dari fitur lini masa.

Baca Juga :

Poco Janji Bakal Pasang RAM Besar di Semua Lini Produk HP

Pembaruan tersebut bagian dari upaya Google yang lebih besar untuk meningkatkan privasi pengguna dan memberi individu kontrol lebih besar atas data mereka, merujuk pada fitur lain seperti penghapusan otomatis dan mode Incognto.

Dikutip dari Business Insider, Sabtu, 16 Desember 2023, Google memutuskan bahwa data lokasi dari lini masa yang dikontrol oleh pengaturan riwayat lokasi dan catatan rute perjalanan pengguna akan disimpan langsung di perangkat pengguna, bukan di Google.

Baca Juga :

Loyo Pagi Ini, Rupiah Diproyeksi Balik Menguat Gegara Hal Ini

Artinya, Google tidak lagi memiliki akses terhadap data riwayat lokasi pengguna. Selain itu, permintaan data lokasi pengguna dari Google.

Misalnya, melalui perintah “geofence” yang meminta data tentang setiap pengguna yang berada di dekat tempat tertentu pada waktu tertentu, juga tidak lagi diterapkan.

Baca Juga :

Pos Indonesia Targetkan Penyaluran BLT El Nino Tuntas Bulan Ini

Selama ini, Google mendapat tekanan yang semakin besar untuk menghentikan fitur pengumpulan data lokasi pengguna terutama sejak aturan Roe v. Wade dibatalkan.

Berkaca pada sejumlah kasus yang terkait dengan aturan tersebut, data lokasi beserta riwayat pencarian di internet dan bahkan riwayat pengiriman pesan selama ini dapat digunakan sebagai bukti kriminal terhadap individu yang melakukan aborsi di negara-negara yang melarang aborsi.

Pada Mei 2023, sebanyak 42 Anggota Partai Demokrat dari DPR dan Senat AS menandatangani surat yang ditujukan kepada CEO Google Sundar Pichai yang mendesak mereka untuk berhenti mengumpulkan dan menyimpan informasi lokasi pengguna.

“Praktik Google saat ini dalam mengumpulkan dan menyimpan catatan ekstensif data lokasi ponsel akan memungkinkan menjadikannya alat bagi ekstremis sayap kanan yang ingin menindak orang-orang yang mencari layanan kesehatan reproduksi,” tulis surat itu.

Lalu, pertengahan tahun ini, Google mengumumkan akan menghapus data riwayat lokasi pengguna yang mengunjungi klinik aborsi, pusat perawatan narkoba, tempat penampungan kekerasan dalam rumah tangga, klinik penurunan berat badan, dan lokasi sensitif terkait kesehatan lainnya.

Google mengatakan bahwa jika sistem mengidentifikasi bahwa pengguna telah mengunjungi salah satu lokasi sensitif maka sistem tersebut akan menghapus entri tersebut dari riwayat lokasi pengguna tersebut “segera setelah mereka berkunjung”. Kini, kendali tersebut kembali berada di tangan masing-masing pengguna.

Halaman Selanjutnya

Berkaca pada sejumlah kasus yang terkait dengan aturan tersebut, data lokasi beserta riwayat pencarian di internet dan bahkan riwayat pengiriman pesan selama ini dapat digunakan sebagai bukti kriminal terhadap individu yang melakukan aborsi di negara-negara yang melarang aborsi.

Halaman Selanjutnya



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *